Kampung Indonesia untuk Jamaah Haji di Tanah Suci


Jamaah Haji di Tanah Suci perlu Kampung Indonesia. Agar bisa menekan Biaya Ibadah Haji dan Umroh. Hub: Lita Octaviani

jamaah-haji

jamaah-haji

Jumlah calon jamaah haji Indonesia yang terus bertambah banyak. Untuk mengatasi kesulitan dalam hal akomodasi terutama pemondokan, perlu adanya “Kampung Indonesia” di Makkah.

Saat ini Arab Saudi terus melakukan pembangunan di Makkah. Pemerintah Indonesia bisa meminta lahan, meski agak jauh namun telah terkoneksi dengan subway. Dengan demikian akomodasi dan transportasi jamaah akan lebih mudah.

“Mumpung Arab Saudi sedang gencar membangun dan melakukan perluasan di sekitar Makkah, kita bisa meminta lahan yang sedikit agak jauh tapi bisa menampung banyak jamaah,” ungkap Wakil Ketua DPR RI, Anis Matta kepada wartawan di sela-sela kunjungan di Madinah, Jumat (12/10/2012).

Menurut Anis, hubungan baik antara pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi bisa melalui G to G. Pemerintah bisa meminta pemerintah Arab Saudi untuk menyediakan lahan, meskipun agak jauh dari Kota Makkah.

“Asal pembangunan kampung Indonesia itu terkoneksi dengan subway dan monorail sehingga jamaah lebih mudah menuju Makkah,” katanya.

Anis mengatakan pembangunan ini akan melepaskan Indonesia dari ketergantungan dan kesulitan dalam menyediakan pondokan setiap tahun kepada jamaah. Negara lain yang mempunyai jamaah yangh banyak, pasti mempunyai keinginan dan rencana yang sama untuk membangunan tempat seperti itu.

“Saya yakin ini kalau kita mau bisa direalisasikan. Mumpung Arab Saudi sedang memiliki program pembangunan jalur kereta yang menghubungkan kota-kota di Arab Saudi dan jalur subway,” katanya.

Menurut dia, bila pondokan ini jika bisa terealisasi tidak akan kosong atau hanya ramai saat musim haji saja. Sebab jumlah jamaah Indonesia yang umroh setiap tahun yang ke Arab Saudi sudah mencapai 400 ribu.

“Ini juga akan bisa menekan ongkos naik haji dan umroh. Selain itu akan semakin banyak orang Indonesia tidak bisa haji karena daftar tunggunya lama, tapi bisa melakukan umroh karena harganya yang semakin murah,” katanya.

Hal senada juga dikatakan anggota Fraksi PDIP, Ganjar Pranowo menambahkan langkah ini sebaiknya dipikirkan serius sebagai sebuah alternatif untuk mengatasi masalah akomodasi. Sebab semakin tahun angka antrian rakyat Indonesia yang mendaftar untuk berangkat haji semakin lama hingga 19 tahun.

“Biaya haji pun akan bisa lebih stabil setiap tahun. Secara akumulatif ongkos pembangunan juga akan bisa tertutupi dalam waktu 5-6 tahun. Ini akan sangat membantu para jemaah haji,” pungkas Ganjar.

Like This ;)

Tips Membawa Barang Saat Beribadah
BPS Dilarang Beri Dana Talangan Haji
Sindikat Penipuan Percepatan Haji

sumber : DetikNews